Pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan modus penggandaan kartu ATM sangat mudah. Alat pengganda kartu ATM yang disebut skimmer tak mahal, ada yang hanya bernilai Rp 1,5 juta.
VIVAnews mendapatkan informasi itu dari sebuah sumber, sebut saja bernama Bobby. Bobby biasa melakukan penggandaan kartu-kartu yang menggunakan teknologi magnetik.
"Saya juga punya alat itu," katanya. "Murah, hanya Rp 1,5 juta," ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 22 Januari 2010. Sementara kartu magnetik yang berisi salinan juga dijual bebas.
Namun sejauh ini, Bobby mengaku belum pernah menggunakan alat itu untuk menggandakan kartu ATM. Kelompoknya masih sebatas seperti menggandakan kartu tanda mahasiswa yang menggunakan teknologi magnetik di sejumlah universitas untuk keperluan ujian dan lain-lain.
Bobby menyatakan belum mencoba masuk ke pembobolan ATM karena praktiknya rumit, dengan risiko yang sangat tinggi. Sementara cara kerjanya sendiri, katanya, sangat mudah.
"Tinggal pasang skimmer, lalu kamera," ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 22 Januari 2010. Kemudian, setelah kartu disalin oleh skimmer, kemudian tinggal dicari kata sandinya dengan berbekal pantauan kamera.
"Kami juga bisa melakukan itu, namun praktiknya sulit," kata lulusan sebuah perguruan tinggi negeri ternama itu. "Harus kerjasama dengan orang dalam," katanya. "Minimal satpam ATM."
Sumber : vivanews
-
Zoom Magazine is one of magazine Blogger template. Simple elegant with dropdown menu, image slide show and more... -
Zoom Magazine adalah salah satu template blogger bergaya majalah. Silahkan ketik judul dan keterangan gambar anda disini...
Tampilkan postingan dengan label CEGAH PEMBOBOLAN ATM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEGAH PEMBOBOLAN ATM. Tampilkan semua postingan
Waspada Bila Ada Laptop di Sekitar ATM
Polisi mencurigai keberadaan adanya kamera pengintai (spycam) yang terpasang di beberapa ATM di wilayah Denpasar dan Kuta untuk merekam data nasabah yang terhubung ke komputer.
“Saya sudah perintahkan anggota untuk menyisir ATM yang dipasangi spycam. Kita lakukan hal ini bekerjasama dengan pihak bank,” kata Kepala kepolisian kota besar Denpasar Komisaris Besar I Gede Alit Widana, 21 Januari 2010.
Hal ini dilakukan karena polisi mencurigai karena pelaku menggunakan chip untuk merekam data nasabah lalu ada alat sejenis kamera kecil untuk mengawasi gerak jari nasabah saat menekan PIN. Tak jauh dari ruang ATM, ada seseorang yang memantau dengan membawa laptop.
“Dialah yang nantinya akan memasukkan data ke komputer sebagai modal membuat kartu baru yang dapat berfungsi seperti aslinya dan siap untuk digunakan,” kata mantan kapolres Tabanan dan Gianyar ini.
Kapoltabes mengimbau pada masyarakat patut waspada dan curiga jika ada orang yang mengoperasikan laptop di seputaran ATM.
Lokasi yang terpasang spycam dan chips ini biasanya berada di lokasi ATM yang tidak terpasang kamera pengintai (CCTV) yang dipasang pihak bank.
Dengan cara kerja yang cukup sistematis ini, Alit Widana yakin kalau aksi kejahatan ini dikerjakan banyak orang sehingga perlu diungkap dengan cepat.
Laporan : Dewi Umaryati l Bali
vivanews
“Saya sudah perintahkan anggota untuk menyisir ATM yang dipasangi spycam. Kita lakukan hal ini bekerjasama dengan pihak bank,” kata Kepala kepolisian kota besar Denpasar Komisaris Besar I Gede Alit Widana, 21 Januari 2010.
Hal ini dilakukan karena polisi mencurigai karena pelaku menggunakan chip untuk merekam data nasabah lalu ada alat sejenis kamera kecil untuk mengawasi gerak jari nasabah saat menekan PIN. Tak jauh dari ruang ATM, ada seseorang yang memantau dengan membawa laptop.
“Dialah yang nantinya akan memasukkan data ke komputer sebagai modal membuat kartu baru yang dapat berfungsi seperti aslinya dan siap untuk digunakan,” kata mantan kapolres Tabanan dan Gianyar ini.
Kapoltabes mengimbau pada masyarakat patut waspada dan curiga jika ada orang yang mengoperasikan laptop di seputaran ATM.
Lokasi yang terpasang spycam dan chips ini biasanya berada di lokasi ATM yang tidak terpasang kamera pengintai (CCTV) yang dipasang pihak bank.
Dengan cara kerja yang cukup sistematis ini, Alit Widana yakin kalau aksi kejahatan ini dikerjakan banyak orang sehingga perlu diungkap dengan cepat.
Laporan : Dewi Umaryati l Bali
vivanews
EMPAT CARA MENCEGAH PEMBOBOLAN ATM
Adanya rekening nasabah di beberapa bank nasional yang dibobol membuat sebagian nasabah resah. Namun pihak Bank Indonesia meminta masyarakat agar tetap tenang dan menerapkan langkah-langkah pencegahan.
"Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan dapat melakukan sejumlah tindakan preventif untuk mencegah pembobolan," ujar juru bicara Bank Indonesia Bandung Naek Tigor Sinaga di Bandung, Kamis 21 Januari 2010.
Langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
Pertama, saat kita menekan tombol PIN, tutuplah dengan tangan atau badan, atau benda lain agar tidak terlihat oleh orang lain.
Kedua, nasabah sebaiknya mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) secara berkala, dengan mengubah PIN secara reguler agar tidak ada orang lain yang dapat menggunakannya.
Ketiga, nasabah juga dapat mencoba ‘mengaburkan jejak’dengan memasukkan lagi kartu ATM setelah menarik uang tunainya. Bisa dipencet saja secara sembarangan angka itu, setelah itu tekan tombol ‘cancel’ saat ATM menolak nomor PIN anda. Upaya ‘mengaburkan jejak’ ini, diharapkan dapat mengecoh orang yang bisa mengetahui PIN dari transaksi terakhir yang dilakukan nasabah.
Keempat, nasabah sebaiknya tidak memberikan nomor PIN kepada sembarang orang, meskipun orang terdekat di keluarga. Banyak nasabah yang punya kebiasaan memberitahukan PIN kepada istri, suami, anak, atau saudara.
Keempat langkah tersebut diaharapkan dapat membantu masyarakat, selain juga pihaknya sendiri akan segera mengirimkan surat ke seluruh bank yang berisi imbauan agar bank lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap sistem elektronik yang selama ini diterapkan. "Misalnya menambah jumlah CCTV atau personil kemanan," katanya.
Tigor menambahkan, jika ada nasabah yang kebobolan, pihak bank diharapkan dapat menyelesaikan kasus itu dengan baik. "Bank diharapkan dapat memperhatikan dengan baik dan jangan sampai nasabah dirugikan," katanya.
Jika antara nasabah dengan pihak bank tidak ada kesepakatan dalam penyelesaian kasus pembobolan ini, kata Tigor, pihak Bank Indonesia dapat menjadi penengah. "Kami bisa melakukan mediasi agar kedua belah pihak baik nasabah maupun bank, tidak ada yang dirugikan," katanya.
Sumber : vivanews
"Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan dapat melakukan sejumlah tindakan preventif untuk mencegah pembobolan," ujar juru bicara Bank Indonesia Bandung Naek Tigor Sinaga di Bandung, Kamis 21 Januari 2010.
Langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
Pertama, saat kita menekan tombol PIN, tutuplah dengan tangan atau badan, atau benda lain agar tidak terlihat oleh orang lain.
Kedua, nasabah sebaiknya mengganti nomor Personal Identification Number (PIN) secara berkala, dengan mengubah PIN secara reguler agar tidak ada orang lain yang dapat menggunakannya.
Ketiga, nasabah juga dapat mencoba ‘mengaburkan jejak’dengan memasukkan lagi kartu ATM setelah menarik uang tunainya. Bisa dipencet saja secara sembarangan angka itu, setelah itu tekan tombol ‘cancel’ saat ATM menolak nomor PIN anda. Upaya ‘mengaburkan jejak’ ini, diharapkan dapat mengecoh orang yang bisa mengetahui PIN dari transaksi terakhir yang dilakukan nasabah.
Keempat, nasabah sebaiknya tidak memberikan nomor PIN kepada sembarang orang, meskipun orang terdekat di keluarga. Banyak nasabah yang punya kebiasaan memberitahukan PIN kepada istri, suami, anak, atau saudara.
Keempat langkah tersebut diaharapkan dapat membantu masyarakat, selain juga pihaknya sendiri akan segera mengirimkan surat ke seluruh bank yang berisi imbauan agar bank lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap sistem elektronik yang selama ini diterapkan. "Misalnya menambah jumlah CCTV atau personil kemanan," katanya.
Tigor menambahkan, jika ada nasabah yang kebobolan, pihak bank diharapkan dapat menyelesaikan kasus itu dengan baik. "Bank diharapkan dapat memperhatikan dengan baik dan jangan sampai nasabah dirugikan," katanya.
Jika antara nasabah dengan pihak bank tidak ada kesepakatan dalam penyelesaian kasus pembobolan ini, kata Tigor, pihak Bank Indonesia dapat menjadi penengah. "Kami bisa melakukan mediasi agar kedua belah pihak baik nasabah maupun bank, tidak ada yang dirugikan," katanya.
Sumber : vivanews
Langganan:
Postingan (Atom)


